Lanjutan
tidak, aku tidak iri pada pencapaian orang lain , bahkan dengan senang hati aku senang melihat orang lain satu persatu mencapai apa yang kusebut kesuksesan
tidak, sama sekali tidak
mungkin dengki sedikit, karena dengan kemampuan ku seharusnya aku (di masa masa sebelum menemui kegagalan ) bisa bertindak lebih baik
tahu betul , aku seberapa batas kemampuan ku, fisik maupun mental dan pikiran
tapi ambisi
kadang mematikan semua, demi tuhan
tidak pula aku menyalahkan keadaanku yang mengharuskan aku untuk berambisi
tidak pula. sama sekali tidak
mungkin saat aku tau misteri paradoks ini, aku sudah terlambat dan terlalu tua dan belum sempat menikmati manisnya hidup – semoga tidak begitu
mungkin saja saat aku menemukannya, akan ada paradoks lain ?
atau paradoks ini adalah satu satunya, dan aaku berhasil menemukannya segera ?
dengan atau tanpa menemukannya,
pesan untuk diriku sendiri di masa depan yang kalau sempat membaca ini
setidaknya, kamu adalah petarung hebat,
kamu menulis ini dengan air mata kegagalan
semoga saat membaca ini kamu sudah menemukannya
atau bahagia dalam perjalanan menemukannua
atau setidaknya
kamu adalah sudah menjadi petarung hebat
terimakasih